Perhatikan Hal-Hal Ini Sebelum Memberikan Jamu Pada Bayi!

 Jamu minuman tradisional Indonesia yang sudah menjadi budaya nenek moyang menjadi minuman setiap keluarga dan dipercaya memiliki khasiat yang baik untuk tubuh. Jamu juga biasa diberikan orangtua pada anak sebagai obat jika anak sedang sakit, tidak nafsu makan atau sekadar menjaga daya tahan tubuh si anak. Kebanyakan dari orang yang mengonsumsi jamu akan langsung merasakan khasiat dari minuman tradisional ini. Tapi tidak sedikit juga orang tua yang takut untuk memberikan anak jamu, terutama jika anak masih balita. Lalu apakah jamu itu memang aman untuk dikonsumsi oleh balita dan anak? Ataukah sebaliknya? Mari kita cari tahu bersama Moms!

 

Khasiat jamu bagi anak-anak

Jamu memang sudah terkenal dengan banyaknya khasiat karena terbuat dari bahan-bahan alami. Seperti meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan nafsu makan, meredakan gejala penyakit tertentu seperti diare dan influenza, jamu juga bisa digunakan untuk meredakan sakit ketika gigi tumbuh.

 

Contohnya saja jamu jahe yang mampu mengusir masuk angin dan perut kembung, kemudian ada jamu kunyit untuk meredakan diare dan mengobati ruam popok pada bayi, ada juga jamu temulawak yang bisa Anda berikan dua kali sehari untk menambah nafsu makan anak. Terakhir ada jamu kencur yang ampuh meredakan batu berdahak pada anak. Cara penyajian jamu kencur ini bisa dicampur dengan madu dan jeruk nipis dan air hangat. Diminum sebanyak tiga kali sehari, Anda juga bisa menabhakan air rebusan dari daun belimbing wuluh supaya khasiat jamu cepat terasa.

 

Perhatikan cara meracik jamu jika ingin memberikannya pada anak

Jika Anda akan membuat jamu sendiri perhatikan cara meracik jamu itu sendiri, cuci bersih tangan sebelum meracik, menyeduh atau mengoleskan jamu pada bayi dan anak. Simpan jamu dalam suhu ruangan menggunakan botol kaca atau plastik yang aman dan jangan simpan jamu dalam waktu yang sangat lama.

 

Jangan beri minum jamu bersamaan dengan obat. Ketika anak sedang mengonsumsi obat apapun jangan sekali-kali Anda berikan jamu pada anak. Tapi Anda bisa oleskan jamu jika itu menjadi obat luar bagi anak tentunya sesuai dengan resep dokter. Hindari memberi jamu juga ketika anak mengalami sakit yang cukup serius seperti demam tinggi karena infeksi bakteri, virus atau kuman.

 

Waktu yang tepat untuk anak minum jamu

Menurut dr. Aldrin Nelwan Sp.AK., M.Kes., M.Biomed, Kepala Unit Pengobatan Integratif Rumah Sakit Kanker Darmais Jakarta, bayi yang masih diberikan ASI ekslusif tidak boleh diberikan jamu, berbeda dengan bayi yang sudah lepas dari ASI ekslusif atau kira-kira 6 bulan, Anda sudah diperbolehkan untuk memberikan jamu jika memang ingin.

 

Bahan yang dibuat untuk jamu pun tergolong pada bahan alami seperti tanaman yang terdiri dari daun, akar, buah, batang, umbi atau bunga. Jamu juga tidak menggunakan bahan-bahan kimia tambahan dan pegawet atau zat aditif lainnya. Jadi jamu aman untuk dikonsumsi siapapun termasuk anak.

 

Dosis yang tepat untuk anak

Meski jamu aman dikonsumsi anak dan balita, tapi jamu pun tidak boleh berlebihan dikonsumsi karena akan menimbulkan efek samping. Dokter menganjurkan anak di bawah umur 12 tahun yang akan mengkonsumsi jamu sebaikknya tidak lebih dari setengah dosis untuk orang dewasa, sementara untuk balita atau usia di bawah lima tahun hanya memerlukan seperempat dosis jamu untuk orang dewasa.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *