Alasan Bayi Tidak Boleh Minum Susu Sapi

Sebagai orang tua, Anda pasti ingin memberikan yang terbaik bagi sang buah hati. Termasuk asupan gizi yang ia peroleh ketika lahir, seperti memberikan ASI ekslusif yang menjadi makanan utamanya selama 6 bulan pertama. Meski begitu ada beberapa kondisi di mana Anda tidak dapat menyusuinya dengan ASI, atau memilih untuk memberikan susu formula. Biasanya susu formula ini terbuat dari susu sapi yang dibuat semirip mungkin kandungannya dengan ASI. Tapi taukah Anda jika bayi belum terlalu bisa untuk mencerna susu sapi dengan baik? Berikut ini penjelasannya Moms!

 

Bayi belum bisa mencerna susu sapi

Moms, ketika bayi lahir pencernaannya belum bisa mencerna makanan yang masuk dengan baik, ukuran lambungnya pun masih kecil. Di pertama kelahiran bayi, ia masih belum memiliki semua enzim yang dibutuhkan untuk mencerna makanan, tapi meski begitu ketika lahir bayi sudah bisa mencerna karbohidrat, protein dan lemak. Ada pengecualitan yang harus Moms ketahui, bahwa meskipun bayi sudah bisa mencerna protein, bayi belum bisa mencerna dengan baik protein yang berasal dari susu sapi. Ketika bayi diberikan susu sapi terlalu dini pun akan menyebabkan risiko alergi susu sapi.

 

Susu sapi ini juga bisa menyebabkan kerja ginjal dua kali lebih berat, karena dalam kandungan susu sapi terdapat sodium, potasium dan klorida yang lebih tinggi dari apa yang bisa diproses bayi. Nutrisi dalam susu sapi pun tidak bisa memenuhi semua kebutuhan bayi karena tidak ada vitamin E dan seng yang sangat dibutuhkan pada awal pertumbuhannya. Susu sapi juga bisa berisiko menimbulkan kekurangan zat besi pada bayi karena sistem pencernaannya tadi yang belum bisa bekerja secara maksimal sehingga tidak bisa benar-benar menyerap zat besi yang ada dalam kandungan susu sapi.

 

Dari ASI ke Susu Sapi

Meski bayi yang baru lahir ini tidak bisa mencerna susu sapi dengan baik, seiring dengan pertumbuhannya, pencernaannya pun akan semakin baik dalam mencerna zat gizi yang diperlukan tubuh. Terlebih pada bayi berumur 6 bulan ke atas, bayi yang sejak lahir telah menyusui pasti akan melanjutkan mengonsumsi ASI. Hal itu juga tidak menutup kemungkinan Anda sebagai orang tua akan menawarkan bayi untuk meminum susu sapi ketika anak sudah mulai bisa memakan makanan pendamping mereka. Susu sapi pun bisa memenuhi keperluan nutrisi bayi pada usia tersebut.

 

Ketika bayi sudah berusia 6 bulan ke atas, ia memerlukan lemak pada susu untuk mendukung pertumbuhan normal dan perkembangan otak saat periode sibuk di awal usia balita, karena itu susu formula ini lebih baik daripada susu rendah lemak atau susu skrim yang bisa Anda berikan pada buah hati. Moms juga bisa melakukan transisi dari menyusui bayi Anda dengan ASI dan mulai beralih atau menambahkan susu sapi sebagai list makanan yang bayi dapatkan. Transisi ini bisa dimulai dengan mencoba untuk mengganti isi botol susu atau menggunakan gelas dot bayi dengan susu sapi. Setiap harinya bayi bisa meminum susu sekitar 2 – 3 gelas atau setara dengan 480 – 720 ml, disamping itu bayi juga sudah bisa memakan berbagai macam makanan pendamping lainnya yang membantu untuk pertumbuhan bayi.

 

Jika bayi Anda terlihat atau menandakan gejala alergi dengan susu formula sapi, Anda bisa beralih pada susu formula dari kedelai atau hipoalergenik dan konsultasikan hal tersebut kepada dokter sebelum Anda mengenalkan bayi pada susu selain ASI.

 

 

Artikel lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *