5 Suplemen dan Vitamin yang Direkomendasikan untuk Kesehatan Anak

Suplemen diberikan pada anak atau bayi untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizinya. Salah satu suplemen yang sering diberikan pada anak adalah suplemen vitamin dan mineral, karena vitamin dan mineral ini merupakan komponen penting yang harus didapat tubuh untuk pertumbuhan yang sempurna. Sebenarnya vitamin dan mineral ini juga bisa didapatkan dari makanan sehari-hari yang dikonsumsi anak atau bayi, mulai dari sayuran dan buah yang banyak mengandung keduanya. Tapi jika memang Anda ingin memberikan suplemen karena dirasa anak atau bayi masih kurang memenuhi vitamin dan mineralnya sebaiknya konsultasikan pada dokter.

 

Suplemen pada dasarnya merupakan tambahan atau pelengkap pada bayi untuk vitamin dan mineral. Seperti yang sudah dikatakan di atas, bahwa vitamin dan mineral ini bisa didapatkan dari makanan dan minuman. Tidak semua bayi memerlukan suplemen vitamin dan mineral ini. Suplemen hanya dibutuhkan oleh bayi atau anak yang kekurangan zat gizi karena kurangnya asupan makanan yang ia terima sehari-hari, hal ini disebabkan oleh anak yang suka memilih makanan sehingga vitamin dan mineral ini tidak tercukupi.

 

Jika bayi tidak memiliki masalah apapun, bayi juga memakan makanannya dengan sempurna serta menyusu dengan baik makan bayi tidak perlu diberikan suplemen vitamin atau mineral.Tapi, jika kondisi anak ini kurang dari asupan vitamin dan mineral seharunys, bisa meminum suplemen dan vitamin yang direkomendasikan dokter untuk pemberian suplemen. Disebabkan pemberian suplemen vitamin dan mineral ini tetap harus dipantau pemberiannya tergantung pada kebutuhan si bayi atau anak itu sendiri, berikut ini beberapa rekomendasinya suplemen yang bisa diberikan pada anak.

 

  1. Yodium

Yodium ini dibutuhkan tubuh sebagai mineral untuk membantu pertumbuhan berat dan tinggi badan serta kecerdasan otak. WHO pun merekomendasikan pemberian suplemen yodium, tetapi hal ini dilakukan hanya pada bayi yang rentan atau mengalami kekurangan yodium saja.

 

  1. Zinc

Pemberian zinc ini minimal dilakukan secara rutin kepada bayi yang memasuki usia 6 – 23 bulan minimal 2 bulan atau 6 bulan sekali. Zinc diperlukan tubuh untuk mencegah diare, pneumonia serta penyakit infeksi lainnya yang sering terjadi pada bayi.

 

  1. Zat besi

Zat besi berfungsi untuk menghindari terjadinya anemia defisiensi besi pada balita.  Zat besi juga dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan otak. Di Indnoesia saja masih cukup banyak bayi yang kekurangan zat besi, sehingga Ikatan Dokter Anak Indonesia menyarankan untuk memberikan suplemen zat besi secara rutin pada bayi berusia 6 – 3 bulan.

 

  1. Vitamin D

Untuk suplemen vitamin D Anda bisa memberikan kepada bayi berusia 0 – 12 bulan sebesar 400 IU dan 6000 IU pada anak di atas satu tahun. Vitamin D sendiri bermanfaat unutk pertumbuhan gigi, pembentukan tulang dan peyerapan kalsium dalam tubuh. Jika anak dirasa menerima vitamin D yang cukup baik dari makanan maupun sinar matahari sebaiknya jangan gunakan suplemen vitamin D setiap hari.

 

  1. Vitamin A

WHO merekomendasikan pemberian suplemen vitamin terutama vitamin A ini sebesar 100.000 U (kapsul biru) pada bayi yang baru berusia 6 – 11 bulan dan dosis sebesar 200.000 U (kapsul merah) pada anak usia 12 – 59 bulan setiap 4 – 6 bulannya. Vitamin A ini baik untuk pertumbuhan mata dan kulit anak serta membantu memperbaiki jaringan yang rusak dalam tubuh.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *