4 Penyebab Anak Sekolah Kekurangan Gizi

 

Taukah Moms jika anak sekolah rentan terhadap kekurangan gizi? Pada usia sekolah anak-anak sangat memerlukan zat gizi yang bisa menunjang segala aktivitasnya dan untuk membantu perkembangannya juga. Anak-anak pada umur sekolah ini paling sering kekurangan zat gizi mikro. Zat gizi mikro sendiri adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah yang kecil dalam tubuh tapi memiliki dampak sanngat besar untuk metabolisme.

 

Untuk anak sekolah di indonesia pun masih kekurangan gizi yang kekurangan gizi vitamin A, zat besi, dan yodium. Meski keadaan sudah membaik, tapi sebagai orang tua, Anda harus terus waspada agar anak tidak kekurangan gizi. Untuk saat ini saja masih banyak anak yang kekurangan vitamin D. Berikut ini penjelasan lengkap dari ke-4 penyabb anak sekolah bisa mengalami kekurangan gizi.

 

  1. Kekurangna vitamin D

Vitamin D ini dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan pada tulang. Kekurangan vitamin D ini sangat berbahaya pada tubuh dan perkembangan karena berisiko mengalami perkembangan motorik yang tertunda atau terhambat dan terjadi kelemahan pada otot serta patah tulang. Vitamin D membantu untuk menyerap dan memertahankan kalsium dan fosfor yang ada dalam tubuh sehingga tulang menjadi lebih kuat. Anak dengan kekurangan vitamin D ini biasanya memiliki kulit yang selalu tertutup, kelainan organ seperti hati atau ginjlal, dan anak lebih sering menghabiskan waktu di dalam rumah sehingga tidak mendapat sinar matahari yang cukup.

 

  1. Kekurangan vitamin A

Ada 85 juta anak usia sekolah yang mengalami kekurangan vitamin A di dunia dan hal ini merupakan permasalahan yang dihadapi oleh negara dibagain Afrika dan Asia Tenggara. Kekurangan vitamin A ini bisa menyebabkan kebutaan pada mata, mengganggu fungsi kekebalan tubuh, metabolisme zat besi yang buruk dan infeksi saluran pernapasan akut.

 

Negara-negara yang bermasalah ini telah memberikan suplemen vitamin A sebagai penanggulangannya, dan vitamin A bisa didapatkan dari hati, ikan, minyak ikan, susu kaya vitamin A, sayuran telur dsb.

 

  1. Kurang yodium

Di negara berkembang masih banyak masalah kekurangan yodium. Yodium ini bisa didapatkan dari makanan seperti ikan, rumput laut, susu, telur, udang. Di beberapa negara berkembang pun yodium sering dimasukkan dalam bahan tambahan pangan seperti garam dapur untuk menanggulangi kekurangan yodium pada tubuh, karena tubuh tidak bisa memproduksi yodium sendiri. Permasalahan kekurangan yodium dalam tubuh ini juga sering disebut sebagai GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium).

 

  1. Zat besi

Diperkirakan ada sekitar 53 persen anak usia sekolah yang masih mengalami anemia defiseinsi besi secara global dan hal ini tercatat sebagai kasus dalam WHO yang harus diperhatikan, khususnya pada negara yang masih berkembang. Anemia defisiensi besi ini adalah keadaan di mana tubuh kekurangan zat besi sehingga terjadi penurunan jumlah sel darah merah, sedangkan zat besi sendiri berfungsi untuk membawa oksigen yang cukup ke semua sel-sel tubuh agar bekerja dengan baik. Penyakit ini bisa berdampak buruk dengan menggangu perkembangan kognitif dan fisik anak.

 

Penyebab dari anemia defisiensi besi yang terjadi pada anak di atas 5 tahun hingga remaja adalah adanya pendarahan berlebih yang disebabkan infeksi cacing seperi cacing tambang, dan menstruasi belebihna khusus pada anak perempuan.  Gejala yang ditemukan pada penyakit ini adalah kulit selalu pucat, lemas, mudah lelah, daya tahan tubuh menurun, kurang nafsu makan.

 

 

 

 

 

 

Artikel lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *