4 langkah pemeriksaan kanker payudara yang bisa dilakukan sendiri

 

Di Indonesia saat ini jumlah pasien kanker payudara dengan usia muda semakin bertambah, terutama yang berusia 20 tahun. Kanker payudara dapat terjadi pada banyak usia yang berbeda, tidak mengecualikan wanita usia muda. Oleh karena itu, wanita di usia 20-an seharusnya harus mulai melakukan tindakan pencegahan tepat waktu.

Kanker Payudara adalah kanker umum terjadi di Indonesia dan sebagian besar negara di dunia. Ada sekitar 14,1 juta kasus baru kanker setiap tahun, di mana kanker payudara saja menyumbang 1,2 juta kasus.

Di negara kita, ada sekitar 126.000 kasus baru dan 94.000 kematian akibat kanker setiap tahun di negara ini, kanker payudara saja menyumbang sekitar 11.000 kasus baru dan lebih dari 5.000 kematian.

Tren kanker payudara meningkat, dari tahun 2000 hingga 2010. hampir berlipat ganda setelah 10 tahun. Terutama kanker payudara di negara kita yang tercatat semakin menyerang kaum muda. Yang paling sulit adalah tidak dapat menentukan penyebab penyakit peremajaan usia. Diperkirakan pada tahun 2020, hanya sekitar 40.000 kasus kanker payudara yang akan didiagnosis.

Cara Pemeriksaan diri untuk mendeteksi kanker payudara

Kanker payudara bisa diperiksa sendiri karena gejala kanker payudara bisa teraba, seperti keluarnya puting payudara, nyeri payudara, keriput di permukaan payudara, kelenjar getah bening di ketiak, dermatitis di sekitar payudara yang memerah dan terasa panas.

Kanker payudara jika dideteksi sejak dini, angka kesembuhannya sangat tinggi. Dokter mengatakan pasien dapat sepenuhnya mendeteksi tanda-tanda awal dengan pemeriksaan diri di rumah.

Ini dapat dianggap sebagai hal yang paling penting bagi semua wanita yang telah memasuki usia dewasa.

Para ahli merekomendasikan, mulai usia 20, wanita harus memeriksa payudara mereka sebulan sekali, tepat setelah siklus menstruasi. Selain wanita pada usia 40 atau lebih, mammogram harus dilakukan 1-2 kali setahun.

Langkah 1: Untuk mengamati tanda kanker payudara, gunakan dua tangan, amati tanda-tanda yang terlihat seperti yang tercantum pada gambar di atas.

Langkah 2: Berdiri tegak dengan dua tangan di atas kepala Anda, sedikit condong ke depan dan amati kelainan dada seperti pada langkah 1.

Langkah 3: Letakkan satu tangan di kepala, gunakan tiga jari telunjuk, tengah tangan lainnya untuk memijat payudara, mulai di areola, cukup tekan dengan lembut dan gerakkan melingkar atau sejajar dari atas ke bawah. Jika ada area abnormal di satu sisi, sebaiknya bandingkan dengan yang lain untuk melihat apakah sama atau tidak. Terus lakukan gerakkan tangan, tekan ringan di ketiak untuk melihat apakah ada kelenjar getah bening atau tidak normal. Kemudian dengan lembut bersihkan puting untuk mendeteksi apakah keluar cairan abnormal.

Langkah 4: Lakukan pemeriksaan diri mirip dengan langkah 2 dengan posisi berbaring di kasur.

Ketika ada kelainan yang ditemukan segera perlu pemeriksaan medis untuk menentukan yang paling akurat. Jika ada kelainan pada payudara, pasien pergi ke rumah sakit dan untuk diagnosis kanker payudara yang paling akurat, dokter harus menggunakan set 3: pemeriksaan klinis, X-ray, biopsi sel.

Jika penyakit ini terdeteksi sejak dini, perawatannya lebih mudah dan lebih murah. Bahkan dalam tahap prakanker, pasien hanya perlu operasi, tanpa metode pendukung lainnya.

Artikel lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *