4 Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Menyiapkan Sereal Bubur untuk Bayi

Makanan pertama pendamping ASI atau MPASI yang bisa Moms berikan pada bayi yang sudah berusia 4-6 bulan salah satunya adalah sereal bubur. Sereal bubur ini berfungsi sebagai asupan dengan sumber zat besi yang cukup bagi bayi sepanjang tahun pertamanya, bahkan untuk tahun berikutnya pun. Sereal bayi juga mudah untuk dicerna dan tidak menyebabkan alergi sehingga bisa diterima tubuh bayi dengan baik.

 

Sereal bubur yang baik diberikan kepada bayi ini seperti beras, oatmeal atau gandum. Jika bayi tidak menunjukkan gejala alergi, Moms bisa mengenalkan bayi dengan makanan pendamping baru seperti biji-bijian yang ditumbuk halus. Berikut ini 4 hal yang harus diperhatikan ketika Moms akan memberikan sereal bubur pada bayi sebagai makanan pendamping ASI

 

Tekstur sereal bubur

Kepadatan tekstur sereal bubur ini tergantung pada seberapa baik bayi bisa merasakan tekstur dan menelannya, karena setiap bayi berbeda-beda dalam kemampuan merasakan tekstur makanan. Untuk pertama kali pun Anda bisa membuat porsi sereal bayi sepadat mungkin, mirip dengan tekstur saus apel.

 

Untuk takaran membuat sereal bubur secara praktis Anda bisa menggunakan takaran sebanyak dua sendok atau lebih sereal kering ke dalam mangkuk dan campur dengan cukup cairan yang membuat sereal tipis dan berair. Setelahnya serahkan pada bayi Anda apakah teksturnya sudah menyerupai apa yang dia senangi atau tidak, tambahkan juga ASI atau susu formula dalam sereal bubur bayi Anda.

 

Porsi sereal bubur

Moms bisa memberikan 1 sampai 4 sendok teh saat bayi pertama kali mencoba sereal bubur, pada awalnya bayi akan rewel dan menolak untuk memakannya tapi setelahnya bayi akan terbiasa memakan sereal bubur dan bahkan Moms harus menambah porsi awal. Setiap harinya porsi bisa bertambah tergantung dari si bayi, jadi siap-siap saja ya Moms.

 

Gunakan sendok bukan botol

Kebiasaan memberikan sereal bubur bayi menggunakan botol sudah lama digunakan, tapi sebenarnya hal itu jelek untuk dilakukan Moms, jika tidak terpaksa atau disarankan dokter sejauh mungkin hindari pemberian sereal bubur kepada bayi dengan menggunakan botol.

 

Alasan mengapa Anda tidak harus menggunakan botol jika bukan karena saran dari dokter adalah sistem pencernaan bayi yang tidak atau belum siap untnuk memproses sereal sampai usia 4 bulan. Ketika siap, ia juga harus siap memakannya dari sendok. Menawarkan sereal dalam botol sebelum bayi siap sama saja dengan meningkatkan kemungkinan tersedak atau menghirup campuran kentalnya ke dalam paru-paru bayi. Kecuali ada alasan medis yang mengharuskan bayi diberikan sereal bubur dengan menggunakan botol.

 

Selain itu karena adanya aktivasi alergi yang berisiko dialami bayi karena paparan makanan padat sebelum usia 4 bulan. Kemudian dengan memberikan sereal bubur melalui botol dapat memberikan porsi yang berlebihan atau terlalu besar. Bayi memiliki insting seberapa banyak ASI atau susu formula untuk diminum berdasarkan volume, bukan berdasarkan jumlah kalori yang ada.

 

Cara mencampur sereal dengan ASI atau sus formula

Dalam pembuatan sereal bubur ini Anda bisa mencampurnya dengan ASI atau susu formula selain dengan air putih. Anda juga bisa menggunakan sereal bayi yang sudah dikemas dan belum dicampur dengan bahan lain. Sebenarnya sereal kemasan ini tidak terlalu banyak keuntungannya hanya saja jenis sereal ini cukup lembek. Jika bayi sudah terbiasa menelan mungkin Anda bisa menambahkan sereal kemasan ini dengan beberapa tambahan sereal lainnya agar bayi terbiasa untuk menelan makanan yang lebih bertekstur dan tebal.

 

 

 

 

 

Artikel lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *