3 Faktor yang Harus Anda Cermati Ketika Bayi Kekurangan Kalsium

Bayi yang baru lahir memerlukan kalsium untuk pertumbuhan otot, jantung, saraf, otot, tulang, dan organ tubuh lainnya agar bisa berfungsi dengan baik. Kalsium ini adalah jenis mineral yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan tubuhnya. Kalsium ini selain untuk otot, tulang, jantung dan lainnya, bertugas untuk mengatur regulasi fungsi sel, aktivasi enzim, kontraksi otot polos, dan otot jantung. Kalsium juga berperan sebagai penghubung antar saraf serta mengatur produksi berbagai kelenjar yang ada dalam tubuh. Lalu apa yang terjadi jika bayi mengalami kekurangan kalsium? Berikut ini ulasannya Moms,

 

Gejala yang timbul akibat kekurangan kalsium

Gejala dari kekurangan kalsium ini baru terlihat ketika bayi sudah pada tingkat kekurangan yang sangat tinggi, sehingga sangat sulit untuk mendeteksi bayi yang kekurangan kalsum di awal. Selain itu gejala hipokalsemia pada anak pun berbeda-beda sehingga efek samping terburuknya adalah terjadi kematian pada bayi. Berikut ini beberapa gejala yang bisa Moms waspadai untuk bayi yang kekurangan kalsium:

  • Rewel
  • Kedutan otot
  • Kram otot
  • Gemetar (tremor)
  • Tidak nafsu menyusu
  • Lemas
  • Tekanan darah rendah
  • Denyut jantung melemah
  • Kejang menjadi gejala yang serius dalam kasus kekurangan kalsium pada bayi.

Jika bayi sudah menunjukkan salah satu gejala di atas, sebaiknya segera bawa ke dokter dan periksakan apakah bayi telah mengalami kekurangan kalsium atau tidak.

 

Penyabab bayi bisa kekurangan kalsium

Kasus kekurangan kalsium ini sering dijumpai pada bayi yang lahir secara prematur, kekurangan kalsium di dalam darah ini dikenal dengan istilah hipokalsemia. Selain pada bayi prematur, kekurangan kalsium juga bisa dijumpai pada bayi yang lahir dengan kondisi asfiksia, suatu keadaan dimana bayi tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur, kemudian bayi yang lahir dari ibu dengan penyakit diabetes, pertumbuhan janin yang lambat selama dalam rahim, hiperfosfatemia atau kelebihan kadar fosfat dalam darah karena pemberian susu formula yang berlebihan, bayi yang kekurangan vitamin D dan memiilki kondisi hipoparatiroid pun bisa mengalamai kekurangan kasium.

 

Bayi bisa dikatakan mengalami hipoklasemia jika mendapatkan kondisi di mana total kalsium dalam serum kurang dari 8 miligram per desiliternya (mg/dL), kadar kalsium dalam tubuh kurang dari 4,4 mg/dL dan bayi prematur yang berat badannya kurang dari 1.500 gram. Hipokalsemia juga bisa terjadi ketika kadar totola kalsium di serum kurang dari 7 mg/dL.

 

Penanganan bayi ketika kekurangan kalsium

Ketika Anda menemukan beberapa gejala di atas pada bayi, Anda harus segera memeriksakan anak ke dokter. Sebenarnya ada beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan untuk menangani kasus kekurangan kalsium atau hipokalsemia pada bayi. Anda bisa mencoba metode tradisional yang sering dilakukan orangtua yaitu memberikan anak vitamin D yang bisa didapat dari matahari pagi. Anda bisa secara rutin menjemur bayi di bawah sinar matahari karena bermanfaat untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuhnya sehingga penyerapan kalsium dalam tubuh akan meningkat dan bayi bisa terhindar dari kekurangan kalsium atau hipokalsemia ini.

 

Cara berikutnya adalah dengan memberikan ASI ekslusif, karena ASI ini merupakan salah satu makanan terbaik untuk bagi. ASI ini memiliki kandungan yang kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan  bayi ketika lahir. Maka dari itu Anda harus memberikan bayi ASI ekslusif selama 6 bulan dan berikan MPASI yang sehat untuk bayi sehingga kebutuhan kalsium dapat terpenuhi.

 

 

 

Artikel lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *